Kamis, 01 Agustus 2013

Hari ini pantura brebes tegal tepatnya antara limbangan wetan sampai tegal kota ramai lancar. Dari pantauan jumlah kendaraan mobil dan roda dua imbang. Ada sejumlah posko lebaran yang sudah didirikan dan sudah berfungsi tapi ada juga sebagian lagi yang belum di fungsikan. Warung lesehan sepanjang pantura juga ikut meramaikan mudik lebaran tahun ini yang menjajakan aneka makanan yang siap untuk memanjakan lidah para pemudik. Beberapa petugas turun langsung untuk mengatur arus lalu lintas.Yang perlu di waspadai ada beberapa titik yang rawan macet antara lain di sebelah timur terminal tegal di mana titik tersebut digunakan untuk menaikan dan menurunkan penumpang. Perempatan maya juga perlu di waspadai apalagi dengan jalan yang cukup bergelombang. Bagi yang ke arah semarang alternatif jalan untuk menghindari kemacetan pada titik titik tersebut bisa melewati ,setelah terminal tegal ke arah utara lurus dan selanjutnya bisa mengikuti rambu rambu petunjuk untuk sampai kembali masuk di jalur pantura....hati hati saudaraku keluarga besar menanti.....

Selasa, 07 Mei 2013

Saat Lupa Sesuatu , Kepal Tangan Anda !

Saat Lupa Sesuatu, Kepal Tangan Anda!
Penulis : Rosmha Widiyani | Minggu, 28 April 2013 | 11:15 WIB

Dibaca: 7519

Komentar: 1

Sering mengalami kesulitan mengingat sesuatu? Tak ada salahnya mencoba saran yang satu ini. Kepalkan tangan untuk beberapa saat. Menurut sebuah penelitian, mengepalkan tangan kanan selama sekitar 90 detik terbukti dapat membantu meningkatkan kemampuan mengingat suatu, sedangkan mengepalkan tangan kiri membantu mengingat kembali peristiwa yang lalu.

Manfaat mengepalkan tangan terungkap dalam penelitian yang dilakukan para ahli dari Montclair State University dipimpin Ruth Propper. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE.

"Penemuan ini menunjukkan pergerakan tubuh yang sederhana dengan jangka waktu tertentu mengubah cara otak bekerja, termsauk dalam mengingat. Penelitian selanjutnya adalah apakah pengepalan tangan berpengaruh pada kemampuan kognitif, misalnya verbal atau spasial," kata Propper.

Penelitian ini didasarkan pada riset sebelumnya dari UCLA. Menurut penelitian tersebut, stimulasi pada area tertentu pada otak bisa meningkatkan kemampuan mengingat. Penulis penelitian tersebut menyimpulkan, pengepalan tangan secara terpisah dapat meningkatkan aktivitas neuron pada area frontal lobe di contralateral hemisphere.

Seringnya mengepalkan tangan berhubungan dengan meningkatnya stimulasi hemisphere untuk terus bekerja, dan selalu dalam fase berproses. Untuk membuktikan bagaimana mengepalkan tangan berefek pada memori dan mengingat hal lampau, peneliti menggunakan 51 patisipan.

Para partisipan harus mengepalkan tangan, kemudian mengingat 72 kata. Partisipan dibagi menjadi 5 kelompok sesuai perlakuan yang diterapkan. Kelompok 1 mengepalkan tangan kanan 90 detik, sebelum dan setelah mengingat kata. Kelompok 2 mengepalkan tangan kiri sebelum dan setelah mengingat kata. Kelompok 3 mengepalkan tangan kanan sebelum mengingat, dan tangan kiri setelah mengingat kata-kata tersebut. Kelompok 4 mengepalkan tangan kiri sebelum mengingat dan tangan kanan setelah mengingat. Kelompok 5 berfungsi sebagai kontrol, yang tidak mengepalkan tangan.

Hasilnya, kelompok yang mengepalkan tangan kanan sebelum mengingat kata dan tangan kiri setelahnya, memperlihatkan hasil terbaik. Penelitian ini sekaligus juga membuktikan kebenaran penelitian di UCLA.  Penelitian lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah mengingat kata berhubungan dengan stimulasi penglihatan seperti, mengingat wajah dan hal spasial.

. Penyakit-penyakit Medis yang Sering Dikaitkan dengan Santet
1. Epilepsi
Epilepsi merupakan gangguan saraf yang terjadi karena otak kelebihan muatan listrik. Namun karena kurangnya informasi, kejang karena epilepsi sering disalahartikan sebagai gangguan jiwa, kesurupan bahkan santet.

"Bangkitan (kejang) epilepsi sering disalahartikan dengan gangguan jiwa. Bangkitan itu bukan karena gangguan jiwa, bukan kutukan, bukan guna-guna, hanya muatan listrik otak yang berlebihan. Istilahnya listrik otak konslet," jelas Dr Kurnia Kusumastuti, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi (Pokdi) Epilepsi, dalam artikel detiHealth sebelumnya.
2. Autis
"Autisme dan santet adalah 2 hal berbeda yang tidak saling berhubungan," kata pendiri Masyarakat Peduli Autisme Indonesia (MPATI), Gayatri Pamoeji, dalam buku 200 Pertanyaan & Jawaban Seputar Autisme.

Menurutnya, jika autis terjadi karena santet, maka kasus ini tidak terjadi di belahan Bumi lainnya seperti Amerika, Australia, maupun Eropa. Sebab di negara-negara maju di benua tersebut, santetidak populer
3. Sleep paralysis atau tindihan
Terbangun tengah malam tetapi tidak bisa menggerakkan badan sama sekali sering dikaitkan dengan ditindih makhluk halus atau kena guna-guna. Namun pakar kesehatan tidur yang juga seorang dokter spesialis saraf dari RS Medistra, dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT, membantahnya dengan tegas.

Menurutnya, fenomena ini disebut dengan istilah sleep paralysis atau dalam Bahasa Jawa disebut tindihan. Gangguan ini erat hubungannya dengan kesehatan tidur. Sleep paralysis adalah bagian dari mimpi yang masuk ke dalam keadaan bangun. Jadi sebagian tubuh masih tidak bekerja dan otot-otot masih lemah, sementara mata sudah terbuka. "Bukan, bukan santet," tegasnya.
4. Sindrom Tourette
Sindrom Tourette adalah kelainan saraf dengan ciri khas melakukan gerakan berulang-ulang yang tidak disadari atau disebut 'tics'. Contohnya mengedipkan mata, mengangkat bahu terus menerus, kedutan pada wajah, latah dengan mengeluarkan kata-kata apa saja, bahkan kata-kata kotor.

Karena gejalanya tersebut, kelainan ini sekilas terlihat seperti gejala kesurupan atau kena guna-guna, hanya saja gejalanya bisa bertahan hingga setahun lebih. Sindrom ini umumnya dialami anak-anak berusia 12-17 tahun. Sampai saat ini, penyebabnya belum diketahui dengan pasti
5. Indigo
Indigo artinya nila atau keunguan dan konon merujuk pada aura tubuh yang tak dimiliki sembarang orang. Seseorang dikatakan indigo jika memiliki kemampuan di luar nalar, misalnya memiliki indera keenam, kemampuan supranatural, mampu melihat makhluk halus, hingga membaca masa depan.

Meski terdengar tidak masuk akal, tapi nyatanya jumlah orang yang terlahir dengan indigo cukup banyak di seluruh dunia. Beberapa penelitian sudah dilakukan untuk mengungkap sisi ilmiahnya, namun belum membuahkan hasil yang memuaskan. Sementara masih banyak dugaan mengenai orang indigo, termasuk akibat guna-guna.
6. Skizofrenia
Ketika ada keluarga yang tiba-tiba mengalami gangguan yang ditandai dengan histeria, teriak-teriak, kurangnya kontrol atas tindakan dan emosi, tidak jarang dikira kesurupan atau kena santet. Namun bila ditilik dari sisi medis, kondisi tersebut bisa terjadi karena skizofrenia.

Skizofrenia atau sering disebut 'gila' merupakan gangguan otak parah yang biasanya mengkombinasikan halusinasi, khayalan serta gangguan pikiran dan perilaku. Penyebabnya masih belum diketahui, hanya saja para ilmuwan percaya kombinasi genetik dan lingkungan berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini.

Patah hati atau sakit hati sebenarnya hanya kiasan yang menggambarkan bahwa perasaan sedang terluka, entah karena putus cinta atau ditinggal oleh orang yang disayang. Siapapun pasti tidak menginginkan patah hati dalam hubungannya.Patah hati memang manusiawi, namun sebaiknya jangan kelamaan bersedih karena orang bisa mati karena patah hati.

Sakit hati memang hanya kiasan karena yang sebenarnya sakit bukanlah organ hati (liver) melainkan perasaan. Namun masalah emosi ini ternyata juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Sebuah perpisahan yang traumatis, seperti putus cinta atau mengalami kematian orang yang dicintai, dapat menimbulkan pelepasan hormon stres yang dapat memicu serangan jantung, pada orang yang rentan.

Hormon stres juga dapat mendorong aritmia yang mengancam jiwa atau menyebabkan sindrom yang meniru serangan jantung pada orang dengan jantung sehat sekalipun, atau yang dikenal dengan 'Sindrom Patah Hati'.

Mengapa bisa begitu?

Perpisahan yang traumatis dan tiba-tiba dapat memicu pusaran aktivitas hormonal. Hormon stres seperti adrenalin dan kortisol 'banjir' di dalam aliran darah, yang dapat mempercepat denyut jantung, peningkatan tekanan darah, otot-otot tegang dan mengaktifkan sel-sel kekebalan.

Kondisi ini membuat darah mengarah dari sistem pencernaan ke otot-otot dan membuatnya lebih mudah menggumpal. Mekanisme bertahan hidup primitif yang disebut respons fight-or-flight, mempersiapkan tubuh untuk bahaya.

Jika jantung sudah mengalami aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), maka plak aterosklerosis bisa pecah dan membentuk bekuan darah, atau memicu irama jantung abnormal yang berbahaya.

Meski patah hati lebih banyak membuat orang depresi, namun bila ia memiliki riwayat penyakit jantung maka patah hati bisa menjadi lebih mematikan, seperti dilansir health.harvard.edu, Selasa (25/9/2012).

Selain ketegangan dan stres, terlalu lama patah hati juga dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa patah hati dapat meningkatkan kemungkinan orang menderita penyakit jantung, kanker, depresi, alkoholisme dan bunuh diri.
Otak Kiri dan Otak Kanan
7 Komentar
Share:
Amelia | Aug 09, 2011 | Kategori Unik
Tuhan telah memberikan manusia otak yang brilian, sehingga para umat manusia bisa berfikir dan mempunyai pengetahuan untuk mengolah Bumi ini. Dan tiap-tiap manusia dianugerahi otak yang berbeda-beda. Ada yang mempunyai otak dengan volume besar, dan ada pula yang mempunyai otak dengan volume yang kecil yang mana semuanya berpengaruh pada tingkat kecerdasan seseorang.

Secara Umum, otak manusia terbagi menjadi 2 bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri. Dan keduanya mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kanan biasa diidentikkan tentang kreatifitas, dan memang benar fungsi dari otak kanan ini adalah untuk mengurusi proses berpikir kreatif manusia, contohnya adalah kemampuan komunikasi (lingusitik). Cara kerja otak kanan ini biasanya tidak terstruktur, dan cenderung tidak memikirkan hal-hal yang terlalu mendetail. Contoh orang yang mengandalkan otak kanannya dibandingkan otak kirinya adalah seniman.
Sedangkan otak kiri biasa diidentikkan dengan kecerdasan analitik. Maksudnya otak kanan kita ini terkait dengan kemampuan matematis dan kemampuan berpikir sistematis seseorang. Contohnya kemampuan menyelesaikan soal matematika. Cara kerja otak ini sangat rapi, terstruktur dan sistematis. Biasanya otak kiri ini sangat bermanfaat saat digunakan untuk memahami hal-hal yang kompleks dan perlu pemikiran yang mendetail. Orang yang biasanya lebih mengandalkan otak kiri adalah seorang peneliti atau scientist.
Di dunia ini, ada manusia yang memiliki otak dengan otak kanan yang lebih dominan, ada manusia yang memiliki otak dengan otak kiri yang lebih dominan, dan ada juga manusia yang memiliki otak kanan dan kiri yang berimbang. Dan yang saya sebut terakhir adalah type otak yang terbaik menurut para ahli (kanan dan kiri berimbang)
Lalu bagaimanakah cara untuk mementukan Type otak kita, ? pada dasarnya ada banyak cara untuk mengetahui apakah kita lebih dominan pada otak kanan atau otak kiri, tapi saya hanya akan menunjukkan 2 cara pada kalian , dan metode yang saya gunakan sangatlah mudah dan bisa langsung dicoba
Cara pertama, metode jempol tangan

Metode ini adalah cara yang digunakan banyak ahli untuk menentukan type otak yang lebih dominan, caranya adalah silahkan kalian melemaskan pergelangan dan jari tangan anda dengan cara menggoyang-goyangkan tangan anda, setelah itu satukan tangan kalian dengan tiba. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar
cara penentuanya adalah dengan melihat jempol tangan kalian.jika jempol tangan yang berada di paling atas adalah jempol tangan kanan, maka berati otak kalian yang lebih dominan adalah otak kiri. Dan begitu juga sebaliknya
Cara Kedua, metode Upil
Metode ini memang agak jorok, kenapa ? karna penilaianya adalah berdasarkan kebiasaan kalian pada saat ngupil. cara penilainya adalah jika kalian lebih sering ngupil dengan tangan kanan, maka berati otak kiri kalianlah yang lebih dominan. Dan begitu juga sebaliknya
Tapi, menurut para Ahli, penggunaan otak yang dominan secara berlebihan justru akan mengakibatkan kerja otak non dominan justru tak berfungsi, Oleh karna itu kita harus melatih kerja otak kita agar bisa berimbang nantinya


KOMPAS.com — Melakukan ibadah shalat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri dengan Sang Khalik. Bila dikaji lebih mendalam, ternyata banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari ibadah rutin yang dilakukan lima kali dalam sehari ini, baik dari segi rohani maupun jasmani.

Dilihat dari sisi fisik atau jasmani, ibadah shalat terdiri dari beragam gerakan tubuh, mulai berdiri hingga sujud. Dari gerakan-gerakan shalat inilah muncul inspirasi lahirnya senam ergonomis.

Seperti diungkapkan pencipta senam ergonomis, Madyo Wratsongko MM dari Indonesian Ergonomic Gym& Health Care, senam ini bersumber dari gerakan-gerakan shalat yang ternyata bermanfaat mencegah dan menyembuhkan berbagai macam penyakit.

"Inspirasi senam ergonomis sendiri berasal dari lima gerakan shalat yang merupakan gerakan yang sesuai dengan manfaat tubuh (ergonomis)," kata Madyo.

Lima gerakan dasar dalam senam ergonomis adalah gerakan Lapang Dada, Tunduk Syukur, Duduk Perkasa, Sujud Syukur, dan Berbaring Pasrah. Gerakan-gerakan ini diinspirasi dari gerakan-gerakan dalam shalat, seperti berdiri dan mengangkat tangan, ruku, duduk, serta sujud.

Menurut Madyo, tujuan melakukan gerakan senam ergonomis adalah bagian dari tindakan pencegahan dan pemulihan berbagai penyakit. "Apabila Anda ada keluhan, setelah melakukan gerakan tersebut, efeknya akan membaik sebesar 40 persen," kata drs Madyo.

Untuk mendapatkan hasil memuaskan, Madyo mengingatkan agar senam ini dilakukan secara berkelanjutan. "Senam ini harus dilakukan setiap hari, dan tidak harus semua gerakan dilakukan. Lakukanlah minimal 7 menit sehari. Kalau kurang dari 7 menit, maka hasilnya tidak akan optimal," kata Madyo.
Berikut ini adalah lima gerakan dalam senam ergonomis beserta manfaatnya :
Gerakan ke-1
Lapang Dada: Berdiri tegak, dua lengan diputar ke belakang semaksimal mungkin. Rasakan keluar dan masuk napas dengan rileks. Saat dua lengan di atas kepala, jari kaki jinjit.
Manfaat: - Putaran lengan pada bahu menyebabkan stimulus untuk mengoptimalkan fungsinya cabang besar saraf di bahu (pleksus brakialis) dalam merangsang saraf pada organ paru, jantung, liver, ginjal, lambung, dan usus sehingga metabolisme optimal. - Dua kaki jinjit meningkatkan stimulus sensor-sensor saraf yang merupakan refleksi fungsi organ dalam.
Gerakan ke-2
Tunduk Syukur: Dari posisi berdiri tegak dengan menarik napas dalam secara rileks, tahan napas sambil membungkukkan badan ke depan (napas dada) semampunya. Tangan berpegangan pada pergelangan kaki sampai punggung terasa tertarik/teregang. Wajah menengadah sampai terasa tegang/panas. Saat melepaskan napas, lakukan hal itu dengan rileks dan perlahan.
Manfaat: - Menarik napas dalam dengan menahannya di dada merupakan teknik menghimpun oksigen dalam jumlah maksimal sebagai bahan bakar metabolisme tubuh. - Membungkukkan badan ke depan dengan dua tangan berpegangan pada pergelangan kaki akan menyebabkan posisi tulang belakang (tempat juluran saraf tulang belakang berada) relatif dalam posisi segmental anatomis-fungsional (segmen dada-punggung) yang lurus. Hal ini memunculkan relaksasi dan membantu mengoptimalkan fungsi serabut saraf segmen tersebut. Di samping itu, langkah ini dapat menguatkan struktur anatomis-fungsional otot, ligamen, dan tulang belakang. - Dalam posisi Tunduk Syukur (membungkuk) ini, segmen ekor-pungung membentuk sudut sedemikian rupa, menyebabkan tarikan pada serabut saraf yang menuju ke tungkai dan menyebabkan stimulus yang meningkatkan (eksitasi) fungsi dan membantu menghindari risiko jepitan saraf. - Menengadahkan wajah menyebabkan tulang belakang (termasuk saraf tulang belakang di dalamnya) membentuk sudut yang lebih tajam dari posisi normal, menyebabkan peningkatan kerja (eksitasi) serabut saraf segmen ini, serta berperan dalam meningkatkan, mempertahankan suplai darah, dan oksigenasi otak secara optimal.
Gerakan ke-3
Duduk Perkasa: Menarik napas dalam (napas dada) lalu tahan sambil membungkukkan badan ke depan dan dua tangan bertumpu pada paha. Wajah menengadah sampai terasa tegang/panas. Saat membungkuk, pantat jangan sampai menungging.
Manfaat: - Duduk Perkasa dengan lima jari kaki ditekuk-menekan alas/lantai merupakan stimulator bagi fungsi vital sistem organ tubuh: ibu jari terkait dengan fungsi energi tubuh. Adapun jari telunjuk terkait dengan fungsi pikiran, jari tengah terkait dengan fungsi pernapasan, jari manis terkait dengan fungsi metabolisme dan detoksifikasi material dalam tubuh, serta jari kelingking terkait dengan fungsi liver (hati) dan sistem kekebalan tubuh. - Menarik napas dalam lalu ditahan sambil membungkukkan badan ke depan dengan dua tangan bertumpu pada paha. Hal ini memberikan efek peningkatan tekanan dalam rongga dada yang diteruskan ke saluran saraf tulang belakang, dilanjutkan ke atas (otak), meningkatkan sirkulasi dan oksigenasi otak yang pada akhirnya mengoptimalkan fungsi otak sebagai 'pusat komando' kerja sistem anatomis fungsional tubuh. - Punggung tangan yang bertumpu pada paha akan menekan dinding perut sejajar dengan organ ginjal yang ada di dalamnya. Hal ini membantu mengoptimalkan fungsi ginjal.
Gerakan ke-4
Sujud Syukur : Posisi Duduk Perkasa dengan dua tangan menggenggam pergelangan kaki, menarik napas dalam (napas dada), badan membungkuk ke depan sampai punggung terasa tertarik/teregang, wajah menengadah sampai terasa tegang/panas. Saat membungkuk, pantat jangan sampai menungging. Saat melepaskan napas, lakukan hal itu secara rileks dan perlahan.
Manfaat: - Menampung udara pernapasan seoptimal mungkin kemudian menahannya akan meningkatkan tekanan di dalam saluran saraf tulang belakang tempat saraf tulang belakang berada. Hal ini juga akan berdampak pada meningkatnya suplai darah dan oksigenasi otak. - Dengan menengadahkan kepala, terjadi fleksi pada ruas tulang leher, termasuk serabut saraf simpatis yang berada di sana. - Dua tangan menggenggam pergelangan kaki adalah gerakan untuk membantu kita dalam memosisikan ruas tulang leher dalam keadaan fleksi dan melebarkan ruang antarruas tulang tersebut, tempat jaringan ikat lunak sebagai absorber (peredam kejut). Posisi ini memberikan efek relaksasi pada serabut saraf simpatis tersebut, yang di antaranya memberikan persarafan pada pembuluh darah ke otak hingga terjadi pula relaksasi dinding pembuluh darah ini.
Gerakan ke-5
Berbaring Pasrah : Posisi kaki Duduk Pembakaran dilanjutkan Berbaring Pasrah. Punggung menyentuh lantai/alas, dua lengan lurus di atas kepala, napas rileks dan dirasakan (napas dada), perut mengecil.
Manfaat: - Relaksasi saraf tulang belakang karena struktur tulang belakang "relatif" mendekati posisi lurus dengan kondisi lekukan-lekukan anatomis segmental tulang belakang (diikuti saraf tulang belakang) menyebabkan regangan/tarikan pada serabut saraf tulang belakang berkurang. Dengan demikian, hal ini memberikan kesempatan rileks dan bisa mengatur kembali fungsi optimal organ dalam yang sarat saraf. - Efek relaksasi saraf tulang belakang ini juga diteruskan ke pusat (otak) sebagai sinyal tentang kondisi anatomis fungsional saat itu, kemudian pusat memberikan respons dalam bentuk "pengaturan kembali" kerja sistem dalam tubuh, dan terjadilah proses self healing (penyembuhan diri sendiri). - Efek optimalisasi fungsi sistem tubuh juga berlangsung akibat stimulasi tombol-tombol kesehatan saat tungkai dalam posisi Duduk Pembakaran, lengan Lapang Dada, dan napas rileks (lingkaran).

Khasiat Ketumbar Pelancar Pencernaan hingga Obati Lemah Syahwat
Juli 25, 2009
tags: Khasiat, resep, Resep Herbal






18 Pemilih

 Bentuk bumbu dapur ini adalah butiran-butiran kecil menyerupai lada. Tapi ukurannya lebih kecil. Aromanya juga menyengat khas, mudah dibedakan dengan lada. Tak ada ibu rumahtangga pangling memilah ketumbar dari bumbu dapur lain. Kepopulerannya merambah
hampir di seluruh kawasan Asia. Terlebih di Jawa, bisa dibilang beberapa jenis olahan akan terasa hambar tanpa ketumbar. Lebih dari itu, juga berkhasiat obat.
Kelebihan Ketumbar
Sebagai obat tercatat dalam ensiklopedi Jawa ‘Serat Centhini’ dan ‘Tembangraras‘. Diakui ketumbar memang lebih sering digunakan sebagai bumbu berbagai jenis masakan di Indonesia, namun ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat diatasi dengan ketumbar.
Tak hanya bijinya saja yang sering digunakan dalam masakan. Daunnya yang majemuk seperti seledri, sering diiris tipis dan dijadikan taburan dalam masakan seperti sup dan salad khas Thailand. Di negara itu, ketumbar diberi nama phak chee. Sama dengan bijinya, daun ketumbar juga beraroma tajam.
Ketumbar bahasa ilmiahnya Coriandrum sativum sebetulnya berasal dari Eropa selatan. Bentuk berupa butiran biji kecil-kecil sebesar 1-2 milimeter. Mirip dengan biji lada tetapi lebih kecil dan lebih gelap. Selain itu terasa tidak berisi dan lebih ringan dari lada.
Tanaman ini biasa dibudidayakan di kebun-kebun dataran rendah dan pegunungan. Seperti halnya seledri, tinggi tanamannya sekitar satu meter. Daunnya hijau dengan tepian bergerigi. Berbunga majemuk berbentuk payung bersusun berwarna putih dan merah muda. Bentuk buah hampir bulat berwarna kuning bersusun, kalau matang, buahnya mudah dirontokkan. Setelah itu, dikeringkan.
Diduga tanaman terna famili Coprinaceae ini berasal dari sekitar kawasan Laut Tengah dan Kaukasia. Di sana, biji yang dikeringkan dinamakan fructus coriandri. Di beberapa daerah, ketumbar memiliki nama yang berbeda-beda. Misal tumbar, katombhar, ketumbah, hatumbar, ketumeur, katumbali, tuncar, katuncar dan penyilang.
Manfaat dari tumbuhan ini sudah banyak dirasakan di berbagai negara. Ketumbar biasanya digunakan pelancar pencernaan, peluruh kentut (carminative), peluruh ASI (lactago), dan penambah nafsu makan (stomachica).
Manfaat ketumbar diambil dari daun, biji dan buah. Dari semua bagian tanaman yang diubah menjadi minyak terbang terdapat kandungan berupa sabinene, myrcene, a-terpinene, ocimene, linalool, geraniol, dekanal, desilaldehide, trantridecen, asam petroselinat, asam oktadasenat, d-mannite, skopoletin, p-simena, kamfena, dan felandren. Selain itu dalam Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang (Balai Pustaka 1996) disebutkan bahwa ketumbar juga mengandung lemak dan abu.
Dari ensiklopedi Wikipedia disebutkan bahwa khasiatnya tak sebatas pelancar pencernaan saja. Ketumbar juga berguna untuk meredakan pusing, muntah-muntah, influenza, wasir, radang lambung dan radang payudara, campak, masuk angin, tekanan darah tinggi, dan lemah syahwat. Penggunaan ketumbar bisa dilakukan dengan berbagai cara ditumbuk halus dan direbus, baik untuk pengobatan luar, maupun dalam.
PENGGUNAANNYA
Sebagai obat luar biasanya dihaluskan lebih dulu lalu dijadikan adonan dengan dicampur air dan bahan lain. Lalu adonan itu ditempelkan pada bagian yang sakit. Cara ini dilakukan untuk perut kembung (ditambah katuk, bawang merah, dan buah pinang), sakit kepala (ditambah biji piang, daun sirih, bangle, dan pacar jawa), serta radang payudara.
Sementara, untuk pengobatan dalam biasanya ketumbar direbus. Setelah direbus dan ditambah beberapa bahan lain, air rebusannya disaring lalu diminum secara rutin. Cara ini digunakan untuk pengobatan tekanan darah tinggi (ditambah seledri), influenza (ditambah jahe, daun bawang putih, dan madu), batuk (ditambah kayu manis, kumis kucing, dan gula aren), memperbanyak ASI, muntah-muntah, radang lambung, keracunan jamur, dan lainnya.
Bila haid tidak datang, gunakanlah racikan sebagai berikut, 10 biji ketumbar, 1 jari kunyit, 1 buah pala, 10 biji jintan hitam, 3 kuntum cengkeh, 20 lembar daun srigading. Seluruh bahan padat dilembutkan, direbus dengan 2 gelas air bersih hingga menjadi 1 gelas. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum sekaligus. Lakukan cara ini 2 kali sehari selama seminggu.
Cara lainnya adalah dengan menyangrai biji ketumbar, ditumbuk halus, lalu diseduh dengan air (wasir). Ada pula dengan menghaluskan ketumbar dan bahan lainnya, ditambah air, disaring lalu diminum (lemah syahwat). Untuk mengatasi batuk, ketumbar, jahe, dan buah pir di tim, lalu dimakan. ‘ Cara untuk mengatasi haid tak lancar beda lagi. Caranya adalah dengan menghaluskan ketumbar dan bahan lain, direbus, lalu disaring.

Benarkah Cinta Datang Tak Diundang dan Hilang Tak Bilang-Bilang?

REP | 24 May 2012 | 13:25  Dibaca: 169    Komentar: 1    Nihil
Oleh: Gheanita Ariasthapuri (Universitas Kristen Krida Wacana)

Jatuh cinta. Sebuah emosi yang tanpa sadar bisa membuat perasaan dan pemikiran seseorang menjadi berubah total. Perempuan yang tadinya malas berdandan, bisa tiba-tiba rajin memoles wajahnya. Pria yang tadinya berantakan dan malas mandi, bisa tiba-tiba menjadi rapi dan wangi. Dan orang yang tadinya pemarah, bisa saja menjadi orang yang sangat manis dan murah senyum. Ya, itulah cinta, berjuta rasanya.
Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan “love rules our live”? Apa sebenarnya yang membuat orang yang biasanya begitu tegar menjalani kehidupan, bisa tiba-tiba terpuruk ketika sang cinta pergi? apakah memang begitu adanya cinta, sebuah emosi yang datang tak diundang dan hilang tak bilang-bilang?
Pernahkan anda berpikir mengapa air yang masuk lewat mulut, bisa keluar lagi dalam bentuk air kemih? Apakah hal tersebut terjadi secara tiba-tiba? Tentu saja tidak, air tersebut harus menjalani serangkaian proses didalam tubuh kita melalui darah, masuk ke ginjal, baru kemudian apabila tidak ada kelaianan dalam tubuh, air tersebut akan dikeluarkan kembali dalam bentuk air kemih. Sama halnya seperti cinta, berawal dari kagum, melalui serangkaian proses pendekatan, dan apabila berjalan sesuai keinginan maka cinta akan keluar dalam suatu ekspresi sebuah kasih sayang yang membahagiakan.
Semua hal yang terjadi dalam hidup kita, bukanlah sebuah kebetulan semata. Selalu ada proses yang mengaturnya. Salah satu yang berperan adalah hormon. Berperan sebagai konduktor di dalam tubuh, hormon memimpin seluruh perjalanan organ-organ ditubuh kita. Perjalanan makanan, cairan yg masuk, tekanan darah, pertumbuhan tulang, seks, termasuk juga cinta. Oksitosin atau yang popular dengan sebutan hormon cinta ini, ialah salah satu hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus dan disimpan dalam kelenjar pituitari belakang. Hormon yang berperan sebagai neurotransmitter di otak ini bertugas dalam pembentukan Air Susu Ibu serta memperlancar proses persalinan. Hal inilah yang menciptakan adanya ikatan batin yang kuat antara ibu dan anaknya. Lalu mengapa disebut sebagai hormon cinta?
Para peneliti dari Swiss melakukan penelitian tentang manfaat hormon oksitosin pada interaksi hubungan suami istri untuk membantu terjalinnya komunikasi yang lebih baik. Mereka merekrut beberapa pasangan suami istri yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok: satu kelompok peserta diberikan oksitosin intranasal dan kelompok lainnya menerima plasebo, dalam bentuk semprot hidung. Setelah itu setiap pasangan dilibatkan dalam diskusi yang tajam di lingkungan laboratorium. Para ahli menganalisis efek dari hormon yang diberikan kepada setiap pasangan dan menemukan bahwa hormon oksitosin mampu menurunkan tingkat stres dan dapat meningkatkan perilaku komunikasi yang positif, jika dibandingkan dengan pasangan yang menggunakan plasebo.1
Namun, oksitosin ini juga tidak hanya berperan dalam menumbuhkan perasaan bahagia, tetapi juga dapat menimbulkan perasaan cemburu, kecewa dan sedih.
Penelitian dilakukan terhadap 56 orang yang mengikuti double-blind test placebo dan oksitosin. Sebagian dari mereka bermain peran dan dikondisikan menjadi orang yang seolah-olah mendapatkan uang banyak, sebagian lagi mendapatkan uang yg lebih sedikit dari yang lain atau kehilangan uangnya.
Hasil pada test ini didapatkan bahwa orang yang mendapatkan oksitosin, dan berperan sebagai orang yang mendapatkan lebih banyak uang, akan cenderung mendapatkan kepuasan diri yang berlebihan melihat pesaingnya mendapat uang yg lebih sedikit.
Begitupun halnya dengan orang percobaan yang berperan sebagai orang yang memiliki uang lebih sedikit, ketika mereka mendapatkan oksitosin mereka akan cenderung merasa cemburu melihat yang lainnya mendapatkan uang yang lebih banyak.2
Penelitian ini menunjukan bahwa oksitosin memberikan efek social-behaviour yang berbeda-beda, tergantung asosiasinya masing-masing. Apabila berasosiasi positif, maka hormon ini akan memunculkan perasaan cinta, kehangatan dan kepercayaan. Namun saat otak memiliki asosiasi negative, maka hormone ini akan memunculkan sentiment negative berupa perasaan iri atau cemburu terhadap orang lainnya.
Nah, sekarang jadi tau kan, saat kita jatuh cinta, perasaan bahagia, berbunga-bunga., dan semangat, semua hal itu bukanlah datang tak diundang, melainkan Oksitosin lah yang mengundangnya. Dan rasa ketergantungan kita terhadap pasangan, rasa cemburu, sedih dan kecewa juga bukan dikarnakan cinta yang hilang tak bilang-bilang, melainkan bersumber dari oksitosin.


Jumat, 03 Mei 2013

MACAM MACAM PHOBIA

Ablutophobia - Takut mencuci atau mandi.
Acarophobia - Takut pada rasa gatal atau serangga yang menyebabkan gatal.
Acerophobia - Takut akan rasa asam.
Achluophobia - Takut akan gelap/kegelapan.
Acousticophobia - Takut akan suara.
Acrophobia - Takut akan ketinggian.
Aerophobia - Takut meneguk, menelan udara,atau material beracun yang ada di udara.
Aeroacrophobia - Takut akan tempat tinggi yang terbuka.
Aeronausiphobia - Takut akan muntah atau mabuk udara.
Agateophobia - Takut akan kegilaan.
Agliophobia - Takut akan rasa sakit.
Agoraphobia - Takut pada tempat terbuka, takut di kerumunan orang, tempat umum seperti pasar. Takut untuk meninggalkan tempat yang aman.
Agraphobia - Takut akan pelecehan seksual.
Agrizoophobia - Takut aklan binatang liar.
Agyrophobia - Takut pada jalan atau menyebrang jalan.
Aichmophobia - Takut pada jarum atau benda benda yang mempunyai ujung.
Ailurophobia - Takut pada kucing.
Albuminurophobia - Takut akan penyakit ginjal.
Alektorophobia - Takut pada ayam.
Algophobia - Takut pada rasa sakit.
Alliumphobia - Takut pada bawang putih.
Allodoxaphobia - Takut akan pendapat orang.
Altophobia - Takut akan ketinggian.
Amathophobia - Takut akan debu.
Amaxophobia - Takut mengendarai mobil.
Ambulophobia - Takut berjalan.
Amnesiphobia - Takut amnesia.
Amychophobia - Takut pada goresan atau takut tergores.
Anablephobia - Takut melihat ke atas.
Ancraophobia - Takut pada angin. (Anemophobia)
Androphobia - Takut pada laki-laki.
Anemophobia - Takut pada angin.(Ancraophobia)
Anginophobia - Takut radang tenggorokan, tersedak.
Anglophobia - Takut pada negara dan kebudayaan inggris, dll.
Angrophobia - Takut pada kemarahan atau takut marah.
Ankylophobia - Takut sikap tak bergerak suatu sambungan.
Anthrophobia or Anthophobia - Takut pada bunga.
Anthropophobia - Takut pada orang atau masyarakat.
Antlophobia - Takut akan banjir.
Anuptaphobia - Takut hidup sendiri.
Apeirophobia - Takut akan sesuatu yang tak berakhir.
Aphenphosmphobia - Takut disentuh. (Haphephobia)
Apiphobia - Takut pada lebah.
Apotemnophobia - Takut kepada orang yang diamputasi.
Arachibutyrophobia - Takut pada selai kacang yang menempel pada langit-langit mulut.
Arachnephobia or Arachnophobia - Takut pada laba-laba.
Arithmophobia - Takut pada angka.
Arrhenphobia - Takut pada laki-laki.
Arsonphobia - Takut pada api.
Asthenophobia - Takut pingsan dan takut lemah.
Astraphobia or Astrapophobia - Takut pada guntur dan kilat.(Ceraunophobia, Keraunophobia)
Astrophobia - Takut pada bintang-bintang atau hal yang berhubungan dengan angkasa.
Asymmetriphobia - Takut pada benda-benda asimetris.
Ataxiophobia - Takut akan ataxia. (diskoordinasi otot)
Ataxophobia - Takut akan ketidakteraturan atau ketidakrapihan.
Atelophobia - Takut akan ketidaksempurnaan.
Atephobia - Takut akan runtuh atau reruntuhan.
Athazagoraphobia - Takut dilupakan atau diabaikan atau terlupakan.
Atomosophobia - Takut akan ledakan atom.
Atychiphobia - Takut akan kegagalan.
Aulophobia - Takut akan seruling.
Aurophobia - Takut pada emas.
Auroraphobia - Takut akan cahaya di utara.
Autodysomophobia - Takut pada orang yang berbau tidak sedap.
Automatonophobia - Takut pada boneka yang berbicara melalui suara perut , makhluk-makhluk animasi, patung lilin - segala sesuatu yang secara memberikan sensasi hidup
Automysophobia - Takut kotor.
Autophobia - Takut ditinggal sendiri atau menyendiri.
Aviophobia or Aviatophobia - Takut terbang.

Bacillophobia - Takut pada mikroba.
Bacteriophobia - Takut pada bacteria.
Ballistophobia - Takut pada peluru dan peluru kendali.
Bolshephobia - Takut pada Bolsheviks.
Barophobia - Takut pada gravitasi.
Basophobia or Basiphobia - ketidakmampuan untuk berdiri. Takut untuk berjalan atau jatuh.
Bathmophobia - Takut akan tangga atau tempat sempit.
Bathophobia - Takut kedalaman.
Batophobia - Takut ketinggian atau dekat dengan bangunan tinggi.
Batrachophobia - Takut pada binatang amphibi, seperti katak, kadal air, salamander, dll.
Belonephobia - Takut pada peniti dan jarum. (Aichmophobia)
Bibliophobia - Takut pada buku.
Blennophobia - Takut pada lumpur/kotoran.
Bogyphobia - Takut pada bogey atau bogeyman.
Botanophobia - Takut pada tanaman.
Bromidrosiphobia or Bromidrophobia - Takut pada bau badan.
Brontophobia - Takut pada guntur dan petir.
Bufonophobia - Takut pada kodok.

Cacophobia - Takut akan keburukan.
Cainophobia or Cainotophobia - Takut pada hal yang baru, kesenangan baru.
Caligynephobia - Takut pada wanita cantik.
Cancerophobia or Carcinophobia - Takut kanker.
Cardiophobia - Takut pada hati/jantung.
Carnophobia - Takut pada daging.
Catagelophobia - Takut ditertawakan.
Catapedaphobia - Takut melompat dari tempat tinggi dan tempat rendah.
Cathisophobia - Takut untuk duduk.
Catoptrophobia - Takut akan cermin.
Cenophobia or Centophobia - Takut pada hal atau ide baru.
Ceraunophobia or Keraunophobia - Takut pada guntur dan petir.(Astraphobia, Astrapophobia)
Chaetophobia - Takut pada rambut.
Cheimaphobia or Cheimatophobia - Takut pada hawa dingin.(Frigophobia, Psychophobia)
Chemophobia - Takut pada bahan kimia atau bekerja dengan bahan kimia.
Cherophobia - Takut pada keriangan/kegembiraan.
Chionophobia - Takut pada salju.
Chiraptophobia - Takut disentuh.
Chirophobia - Takut pada tangan.
Cholerophobia - Takut marah atau takut pada kolera.
Chorophobia - Takut menari.
Chrometophobia or Chrematophobia - Takut pada uang.
Chromophobia or Chromatophobia - Takut pada warna.
Chronophobia - Takut pada waktu.
Chronomentrophobia - Takut pada jam.
Cibophobia - Takut pada makanan.(Sitophobia, Sitiophobia)
Claustrophobia - Takut pada ruang terbatas.
Cleithrophobia or Cleisiophobia - Takut terkunci di tempat tertutup.
Cleptophobia - Takut kecurian.
Climacophobia - Takut pada tangga, mamanjat, atau takut jatuh dari tangga.
Clinophobia - Takut untuk tidur.
Clithrophobia or Cleithrophobia - Takut untuk disertakan.
Cnidophobia - Takut pada sengatan.
Cometophobia - Takut pada komet.
Coimetrophobia - Takut pada kuburan.
Coitophobia - Takut unutk bersetubuh.
Contreltophobia - Takut akan pelecehan seksual.
Coprastasophobia - Takut akan sembelit.
Coprophobia - Takut pada kotoran/tinja.
Consecotaleophobia - Takut pada sumpit.
Coulrophobia - Takut pada badut.
Counterphobia - Preferensi para phobia untuk situasi yang menakutkan.
Cremnophobia - Takut pada situasi berbahaya.
Cryophobia - Takut pada dingin yang ekstrim, es atau beku.
Crystallophobia - Takut pada kristal atau kaca.
Cyberphobia - Takut pada komputer atau bekerja menggunakan komputer.
Cyclophobia - Takut pada sepeda roda dua.
Cymophobia or Kymophobia - Takut pada ombak atau gerkan menyerupai ombak.
Cynophobia - Takut apada anjing atau rabies.
Cypridophobia or Cypriphobia or Cyprianophobia or Cyprinophobia - Takut pada wanita tuna susila or penularan penyakit melalui hubungan intim.

Decidophobia - Takut untuk mengambil keputusan.
Defecaloesiophobia - Takut akan pergerakan isi perut yang menyakitkan.
Deipnophobia - Takut akan makan malam dan obrolan pada saat makan malam.
Dementophobia - Takut akan kegilaan.
Demonophobia or Daemonophobia - Takut pada iblis.
Demophobia - Takut pada kerumunan orang. (Agoraphobia)
Dendrophobia - Takut pada pohon.
Dentophobia - Takut pada doktor gigi.
Dermatophobia - Takut pada luka kulit.
Dermatosiophobia or Dermatophobia or Dermatopathophobia - Takut pada penyakit kulit.
Dextrophobia - Takut pada benda yang ada di sebelah kanan badan.
Diabetophobia - Takut pada diabetes.
Didaskaleinophobia - Takut pergi ke sekolah.
Dikephobia - Takut akan keadilan.
Dinophobia - Takut akan kepeningan/kepusinngan atau whirlpool.
Diplophobia - Takut akan penglihatan ganda.
Dipsophobia - Takut pada minuman.
Dishabiliophobia - Takut membuka baju didepan seseorang.
Domatophobia - Takut pada rumah atau berada di dalam rumah.(Eicophobia, Oikophobia)
Doraphobia - Takut pada bulu, atau bulu binatang.
Doxophobia - Takut mengemukakan pendapat atau menerima pujian.
Dromophobia - Takut menyebrang jalan.
Dutchphobia - Takut pada orang belanda.
Dysmorphophobia - Takut pada kelainan bentuk/bentuk yang cacat.
Dystychiphobia - Takut pada kecelakaan.

Ecclesiophobia - Takut pada gereja.
Ecophobia - Takut pada kampung halaman/rumah sendiri.
Eicophobia - Takut pada lingkungan sekitar rumah.(Domatophobia, Oikophobia)
Eisoptrophobia - Takut pada cermin atau melihat diri sendiri pada cermin.
Electrophobia - Takut pada listrik.
Eleutherophobia - Takut akan kebebasan.
Elurophobia - Takut pada kucing. (Ailurophobia)
Emetophobia - Takut muntah/ muntahan.
Enetophobia - Takut pada peniti.
Enochlophobia - Takut pada kerumunan orang.
Enosiophobia or Enissophobia - Takut mengalami dosa tak termaafkana atau takut kecaman.
Entomophobia - Takut pada serangga.
Eosophobia - Takut pada senja atau subuh.
Ephebiphobia - Takut pada anak muda.
Epistaxiophobia - Takut pada hidung berdarah.
Epistemophobia - Talut pada ilmu pengetahuan.
Equinophobia - Takut pada kuda.
Eremophobia - Takut sendirian atau ditinggal sendirian.
Ereuthrophobia - Takut muka memerah.
Ergasiophobia - 1) Takut pada pekerjaan. 2) ahli bedah : Takut untuk mengoperasi.
Ergophobia - Takut unutk bekerja.
Erotophobia - Takut pada cinta seksual atau pertanyaan seksual.
Euphobia - Takut mendengarkan kabar baik.
Eurotophobia - Takut pada alat kelamin wanita.
Erythrophobia or Erytophobia or Ereuthophobia - 1) Takut pada lampu merah. 2) memerah. 3) warna merah.

Febriphobia or Fibriphobia or Fibriophobia - Takut akan demam.
Felinophobia - Takut pada kucing. (Ailurophobia, Elurophobia, Galeophobia, Gatophobia)
Francophobia - Takut pada negara dan kebudayaan perancis. (Gallophobia, Galiophobia)
Frigophobia - Takut dingin atau benda-benda yang dingin.(Cheimaphobia, Cheimatophobia, Psychrophobia)

Galeophobia or Gatophobia - Takut pada Kucing.
Gallophobia or Galiophobia - Takut pada negara dan kebudayaan perancis. (Francophobia)
Gamophobia - Takut akan pernikahan.
Geliophobia - Takut tertawa.
Geniophobia - Takut pada dagu.
Genophobia - Takut pada sex.
Genuphobia - Takut pada lutut.
Gephyrophobia or Gephydrophobia or Gephysrophobia - Takut melewati jembatan.
Germanophobia - Takut pada bangsa dan kebudayaan jerman.
Gerascophobia - Takut menjadi tua.
Gerontophobia - Takut pada orang tua/lanjut usia dan takut menjadi tua.
Geumaphobia or Geumophobia - Takut pada cita rasa/selera.
Glossophobia - Takut berbicara di depan umum, atau takut mencoba untuk berbicara.
Gnosiophobia - Takut pada ilmu pengetahuan.
Graphophobia - Takut unutk menulis atau takut pada tulisan tangan.
Gymnophobia - Takut pada kedaan telanjang.
Gynephobia or Gynophobia - Takut pada wanita.

Hadephobia - Takut neraka.
Hagiophobia - Takut pada orang suci dan segala sesuatu yang suci.
Hamartophobia - Takut berbuat dosa.
Haphephobia or Haptephobia - Takut disentuh.
Harpaxophobia - Takut dirampok.
Hedonophobia - Takut melakukan/mendapat kesenangan.
Heliophobia - Takut pada matahari.
Hellenologophobia - Takut pada istilah-istilah yunani atau terminologi ilmu pengetahuan yang kompleks.
Helminthophobia - Takut dikerubuti oleh cacing.
Hemophobia or Hemaphobia or Hematophobia - Takut pada darah.
Heresyphobia or Hereiophobia - Takut akan tantangan pada ajaran resmi atau penyimpangan radikal.
Herpetophobia - Takut pada reptil atau binatang merayap yang mengerikan.
Heterophobia - Takut pada lawan jenis. (Sexophobia)
Hexakosioihexekontahexaphobia - Takut pada nomor 666.
Hierophobia - Takut pada pendeta atau hal-hal keramat.
Hippophobia - Takut pada kuda.
Hippopotomonstrosesquippedaliophobia - Takut pada kata-kata panjang.
Hobophobia - Takut pada gelandangan dan pengemis.
Hodophobia - Takut untuk melakukan perjalanan darat.
Hormephobia - Takut pada goncangan/getaran.
Homichlophobia - Takut pada kabut.
Homilophobia - Takut pada khotbah/nasehat.
Hominophobia - Takut pada laki-laki.
Homophobia - Takut pada kesamaan, monotony atau homoseksual atau menjadi homoseks.
Hoplophobia - Takut pada senjata api.
Hydrargyophobia - Takut pada obat-obatan yang mengandung merkuri.
Hydrophobia - Takut pada air atau rabies.
Hydrophobophobia - Takut pada rabies.
Hyelophobia or Hyalophobia - Takut pada kaca.
Hygrophobia - Takut pada benda cair, kelembabpan.
Hylephobia - Takut akan materialisme atau takut akan epilepsi
Hylophobia - Takut pada hutan.
Hypengyophobia or Hypegiaphobia - Takut untuk melakukan tanggung jawab.
Hypnophobia - Takut untuk tidur atau Takut dihipnotis.
Hypsiphobia - Takut pada ketinggian.

Iatrophobia - Takut pergi ke doktor atau takut pada doktor.
Ichthyophobia - Takut pada ikan.
Ideophobia - Takut pada ide-ide.
Illyngophobia - Takut vertigo atau merasa pusing jika melihat ke bawah.
Iophobia - Takut pada racun.
Insectophobia - Takut pada serangga.
Isolophobia - Takut diasingkan, atau sendirian.
Isopterophobia - Takut pada rayap, serangga yang memakan kayu.
Ithyphallophobia - Takut untuk melihat, memikirkan atau mengalami ereksi.

Japanophobia - Takut pada orang jepang.
Judeophobia - Takut pada orang yahudi.

Kainolophobia or Kainophobia - Takut akan sesuatu yang baru,ide baru.
Kakorrhaphiophobia - Takut akan kegagalan atau dikalahkan.
Katagelophobia - Takut ditertawakan.
Kathisophobia - Takut untuk duduk.
Kenophobia - Takut pada kekosongan atau tempat yang kosong.
Keraunophobia or Ceraunophobia - Takut pada guntur dan petir.(Astraphobia, Astrapophobia)
Kinetophobia or Kinesophobia - Takut pada gerakan.
Kleptophobia - Takut kecurian/mencuri.
Koinoniphobia - Takut pada ruangan.
Kolpophobia - Takut pada alat kelamin, khusunya alat kelamin wanita.
Kopophobia - Takut kelelahan/kepenatan.
Koniophobia - Takut pada debu. (Amathophobia)
Kosmikophobia - Takut pada fenomena luar angkasa.
Kymophobia - Takut pada ombak.gelombang. (Cymophobia)
Kynophobia - Takut rabies.
Kyphophobia - Takut unutk berhenti.

Lachanophobia - Takut pada sayuran.
Laliophobia or Lalophobia - Takut untuk berbicara.
Leprophobia or Lepraphobia - Takut pada penyakit kusta.
Leukophobia - Takut pada warna putih.
Levophobia - Takut pada sesuatu di sebelah kiri tubuh.
Ligyrophobia - Takut pada suara keras/kencang.
Lilapsophobia-Takut pada topan dan angin puyuh.
Limnophobia - Takut pada danau.
Linonophobia - Takut pada tali.
Liticaphobia - Takut pada tuntutan hukum.
Lockiophobia - Takut pada kelahiran anak.
Logizomechanophobia - Takut pada komputer.
Logophobia - Takut pada kata-kata.
Luiphobia - Takut pada shipilis.
Lutraphobia - Takut pada berang-berang.
Lygophobia - Takut pada kegelapan/takut gelap.
Lyssophobia - Takut pada rabies atau menjadi gila.

Macrophobia - Takut akan menunggu lama.
Mageirocophobia - Takut untuk memasak.
Maieusiophobia - Takut pada kelahiran anak.
Malaxophobia - Takut pada permainan cinta. (Sarmassophobia)
Maniaphobia - Takut pada kegilaan.
Mastigophobia - Takut pada hukuman.
Mechanophobia - Takut pada mesin.
Medomalacuphobia - Takut kehilangan ereksi.
Medorthophobia - Takut pada ereksi penis.
Megalophobia - Takut pada benda-benda yang besar.
Melissophobia - Takut pada lebah.
Melanophobia - Takut pada warna hitam.
Melophobia - Takut atau benci musik.
Meningitophobia - Takut pada penyakit otak.
Menophobia - Takut pada mentruasi.
Merinthophobia - Takut terikat atau diikat.
Metallophobia - Takut pada logam.
Metathesiophobia - Takut pada perubahan.
Meteorophobia - Takut pada meteor.
Methyphobia - Takut pada alkohol.
Metrophobia - Takut atau benci pada puisi.
Microbiophobia - Takut pada mikroba. (Bacillophobia)
Microphobia - Takut pada benda-benda kecil.
Misophobia or Mysophobia - Takut terkontaminasi kotoran atau kuman.
Mnemophobia - Takut pada kenangan.
Molysmophobia or Molysomophobia - tajut pada kotoran atau kontaminasi.
Monophobia - Takut pada pengasingan atau diasingkan.
Monopathophobia - Takut pada penyakit tertentu/nyata.
Motorphobia - Takut pada kendaraan bermotor.
Mottephobia - Takut pada ngengat.
Musophobia or Muriphobia - Takut pada tikus.
Mycophobia - Takut atau keseganan pada jamur.
Mycrophobia - Takut akan benda-benda yang kecil.
Myctophobia - Takut gelap/kegelapan.
Myrmecophobia - Takut pada semut.
Mythophobia - Takut pada mitos atau cerita atau pernyataan salah.
Myxophobia - Takut pada kotoran. (Blennophobia)

Nebulaphobia - Takut pada anjing. (Homichlophobia)
Necrophobia - Takut mati atau benda/sesuatu yang mati.
Nelophobia - Takut pada kaca.
Neopharmaphobia - Takut pada obat-obatan baru.
Neophobia - Takut pada segala sesuatu yang baru.
Nephophobia - Takut pada awan.
Noctiphobia - Takut pada malam.
Nomatophobia - Takut pada nama.
Nosocomephobia - Takut pada rumah sakit.
Nosophobia or Nosemaphobia - Takut sakit.
Nostophobia - Takut untuk kembali ke rumah.
Novercaphobia - Takut pada ibu tiri.
Nucleomituphobia - Takut pada senjata nuklir.
Nudophobia - Takut telanjang.
Numerophobia - Takut pada angka.
Nyctohylophobia - Takut pada hutan yang gelap atau hutan pada malam hari
Nyctophobia - Takut pada kegelapan atau takut pada malam hari.

Obesophobia - Takut bertambah berat badan. (Pocrescophobia)
Ochlophobia - Takut pada kerumunan atau gerombolan orang banyak.
Ochophobia - Takut pada kendaraan.
Octophobia - Takut pada angka 8.
Odontophobia - Takut pada gigi atau preasi gigi.
Odynophobia or Odynephobia - Takut sakit/kesakitan. (Algophobia)
Oenophobia - Takut pada wine.
Oikophobia - Takut pada lingkungan rumah, rumah.(Domatophobia, Eicophobia)
Olfactophobia - Takut pada bau-bauan.
Ombrophobia - Takut pada hujan atau takut kehujanan.
Ommetaphobia or Ommatophobia - Takut pada mata.
Oneirophobia - Takut pada mimpi.
Oneirogmophobia - Takut mimpi basah.
Onomatophobia - Takut mendengarkan kata atau nama tertentu.
Ophidiophobia - Takut pada ular. (Snakephobia)
Ophthalmophobia - Takut ditatap orang lain.
Opiophobia - Takut pada pengalaman doktor pengobatan menulis resep unutk penyakit pasiennya
Optophobia - Takut pada mata yang terbuka sebelah.
Ornithophobia - Takut pada burung.
Orthophobia - Takut pada lahan/properti.
Osmophobia or Osphresiophobia - Takut pada bau yang tak sedap.
Ostraconophobia - Takut pada kerang.
Ouranophobia or Uranophobia - Takut pada surga.

Pagophobia - Takut pada es atau beku.
Panthophobia - Takut pada penderitaan dan penyakit.
Panophobia or Pantophobia - Takut pada segala hal.
Papaphobia - Takut pada Paus(pimpinan tertinggi katholik roma).
Papyrophobia - Taut pada kertas.
Paralipophobia - Takut untuk mengabaikan tugas dan bertanggung jawab.
Paraphobia - Takut pada perbuatan seks tak wajar.
Parasitophobia - Takut pada parasit.
Paraskavedekatriaphobia - Takut pada hari jumat tanggal 13.
Parthenophobia - Takut pada perawan atau wanita muda.
Pathophobia - Takut pada penyakit.
Patroiophobia - Takut pada keturunan/hal yang baka/abadi.
Parturiphobia - Takut pada kelahiran anak.
Peccatophobia - Takut berdosa atau membayangkan kejahatan.
Pediculophobia - Takut pada kutu.
Pediophobia - Takut pada boneka.
Pedophobia - Takut pada anak-anak.
Peladophobia - Takut pada orang botak/plontos/gundul.
Pellagrophobia - Takut pada penyakit yang disebabkan oleh makanan.
Peniaphobia - Takut pada kemiskinan.
Pentheraphobia - Takut apda ibu mertua. (Novercaphobia)
Phagophobia - Takut untuk menelan,makan atau takut dimakan.
Phalacrophobia - Takut menjadi botak.
Phallophobia - Takut pada penis, terutama yang ereksi.
Pharmacophobia - Takut untuk menjalankan pengobatan.
Phasmophobia - Takut pada hantu.
Phengophobia - Takut pada siang hari atau sinar matahari.
Philemaphobia or Philematophobia - Takut berciuman.
Philophobia - Takut jatuh cinta atau dicintai.
Philosophobia - Takut pada filosofi.
Phobophobia - Takut pada phobia.
Photoaugliaphobia - Takut pada cahaya terang.
Photophobia - Takut pada cahaya.
Phonophobia - Takut pada suara,atau suarnya sendiri di telepon.
Phronemophobia - Takut unutk berfikir.
Phthiriophobia - Takut pada kutu. (Pediculophobia)
Phthisiophobia - Takut pada TBC.
Placophobia - Takut pada batu nisan.
Plutophobia - Takut kaya/menjadi kaya/kekayaan.
Pluviophobia - Takut hujan atau kehujanan.
Pneumatiphobia - Takut pada roh.
Pnigophobia or Pnigerophobia - Takut tersedak atau takut tercekik.
Pocrescophobia - Takut bertambah berat badan. (Obesophobia)
Pogonophobia - Takut pada jenggot.
Poliosophobia - Takut penyakit lumpuh.
Politicophobia - Takut atau ketidaksukaan berlebih terhadap politisi.
Polyphobia - Takut akan banyak hal.
Poinephobia - Takut akan hukuman.
Ponophobia - Takut terlalu banyak kerja atau kesakitan.
Porphyrophobia - Takut pada warna ungu.
Potamophobia - Takut pada sungai atau air mengalir.
Potophobia - Takut pada alkohol.
Pharmacophobia - Taku pada obat-obatan.
Proctophobia - Takut pada rectums.
Prosophobia - Takut pada perkembangan.
Psellismophobia - Takut berbicara gagap.
Psychophobia - Takut pada pikiran.
Psychrophobia - Takut pada dingin.
Pteromerhanophobia - Takut terbang.
Pteronophobia - Takut dikelitik bulu.
Pupaphobia - Takut pada boneka/wayang .
Pyrexiophobia - Takut pada demam.
Pyrophobia - Takut pada api.

Radiophobia - Takut pada radiasi, sinar x.
Ranidaphobia - Takut pada katak.
Rectophobia - Takut pada rectum atau penyakit dubur.
Rhabdophobia - Takut akan dihukum berat atau dipukul dengan balok, atau dikecam keras. juga takut pada hal magis. (tongkat sihir)
Rhypophobia - Takut buang air besar.
Rhytiphobia - Takut mendapat kerutan.
Rupophobia - Takut pada debu.
Russophobia - Takut pada orang rusia.

Samhainophobia: Takut pada Halloween.
Sarmassophobia - Takut pada permainan cinta. (Malaxophobia)
Satanophobia - Takut pada setan.
Scabiophobia - Takut pada kudis.
Scatophobia - Takut pada masalah feses.
Scelerophibia - Takut pada orang jahat atau perampok.
Sciophobia Sciaphobia - Takut pada bayangan.
Scoleciphobia - Takut pada cacing.
Scolionophobia - Takut sekolah.
Scopophobia or Scoptophobia - Takut dilihat atau ditatap orang.
Scotomaphobia - Takut kebutaan visual.
Scotophobia - Takut pada keggelapan. (Achluophobia)
Scriptophobia - Takut menunggu di tempat umum.
Selachophobia - Takut pada hiu.
Selaphobia - Takut pada kilasan cahaya
Selenophobia - Takut pada bulan.
Seplophobia - Takut pada benda membusuk.
Sesquipedalophobia - Takut pada kata-kata panjang.
Sexophobia - Takut pada lawan jenis. (Heterophobia)
Siderodromophobia - Takut pada kereta, rel kereta api atau berpergian dengan kereta api.
Siderophobia - Talut pada bintang-bintang di langit.
Sinistrophobia - Takut pada benda di sebelah kiri.atau kidal
Sinophobia - Takut pada bangsa dan kebudayaan cina.
Sitophobia or Sitiophobia - Taut pada makanan atau takut makan. (Cibophobia)
Snakephobia - Taut pada ular. (Ophidiophobia)
Soceraphobia-Takut pada orang tua angkat.
Social Phobia - Takut dievaluasi negatif dalam lingkungan sosial.
Sociophobia - Takut pada masyarakat atau orang secara umum.
Somniphobia - Takut tidur.
Sophophobia - Takut untuk bersandar.
Soteriophobia - Takut bergantung pada orang lain.
Spacephobia - Takut pada angkasa luar.
Spectrophobia - Takut pada hantu.
Spermatophobia or Spermophobia - Takut pada kuman.
Spheksophobia - Takut pada ngengat.
Stasibasiphobia or Stasiphobia - Takut unutk berdiri atau berjalan. (Ambulophobia)
Staurophobia - Takut pada salib dan takut disalibkan.
Stenophobia - Takut pada benda atau tempat sempit.
Stygiophobia or Stigiophobia - Takut pada neraka.
Suriphobia - Takut pada tikus.
Symbolophobia - Takut pada simbolisme.
Symmetrophobia - Takut pada benda simetris.
Syngenesophobia - Takut pada orang dekat/keluarga.
Syphilophobia - Takut pada syphilis.

Tachophobia - Takut pada kecepatan.
Taeniophobia or Teniophobia - Takut pada cacing pita.
Taphephobia Taphophobia - Tajut dikubur hidup-hidup atau takut kuburan.
Tapinophobia - Takut menular.
Taurophobia - Takut pada banteng.
Technophobia - Takut pada teknologi.
Teleophobia - 1) Takut pada rencana tertentu. 2) takut acara keagamaan.
Telephonophobia - Takut pada telepon.
Teratophobia - tkut melahirkan anak yang buruk atau takut pada monster atau takut orang berpenampilan buruk.
Testophobia - Takut untuk menjalani test.
Tetanophobia - Takut kejang mulut atau takut tetanus.
Teutophobia - Takut segala sesuatu tetang jerman.
Textophobia - Takut pada bahan kain tertentu.
Thaasophobia - Takut unutk duduk.
Thalassophobia - Takut pada lautan.
Thanatophobia or Thantophobia - Takut mati atau sekarat.
Theatrophobia - Takut pada teater/bioskop.
Theologicophobia - Taut pada teology.
Theophobia - Takut pada tuhan atau suatu agama.
Thermophobia - Takut kepanasan.
Tocophobia - Takut pada kehamilan dan kelahiran anak.
Tomophobia - Takut dioperasi.
Tonitrophobia - Takut akan guntur.
Topophobia - Takut pada tempat atau situasi tertentu, seperti pentas horor.
Toxiphobia or Toxophobia or Toxicophobia - Takut pada racun atau tidak sengaja keracunan.
Traumatophobia - Takut akan cedera.
Tremophobia - Takut menggigil.
Trichinophobia - Takut akan penyakit yang diakibatkan oleh cacing pita babi.
Trichopathophobia or Trichophobia - Takut pada rambut. (Chaetophobia, Hypertrichophobia)
Triskaidekaphobia - Takut pada angka 13.
Tropophobia - Takut untuk bergerak maju atau untuk berubah.
Trypanophobia - Takut disuntik.
Tuberculophobia - Takut TBC.
Tyrannophobia - Takut pada tirani.

Uranophobia or Ouranophobia - Takut pada surga.
Urophobia - Takut pada urine.

Vaccinophobia - Takut pada vaksinaasi.
Venustraphobia - Takut pada wanita cantik.
Verbophobia - Takut pada kata-kata.
Verminophobia - Takut pada kuman.
Vestiphobia - Takut pada pakaian.
Virginitiphobia - Takut diperkosa.
Vitricophobia - Takut pada ayah angkat.

Walloonphobia - Takut pada Walloons.
Wiccaphobia - Takut pada penyihir dan hal berbau sihir.

Xanthophobia - Takut pada warna kuning atau kata "kuning".
Xenoglossophobia - Takut akan bahasa asing.
Xenophobia - Takut pada orang tak dikenal atau orang asing.
Xerophobia - Takut akan kekeringan.
Xylophobia - 1) Takut pada objek dari kayu. 2) hutan.
Xyrophobia - Takut pada pisau cukur.

Zelophobia - Takut cemburu.
Zeusophobia - Takut pada tuhan atau dewa.
Zemmiphobia - Takut pada tahi lalat besar.
Zoophobia - Takut pada binatang.

BEDA KISTA DAN MIOM

Beda Kista dan Miom

Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Meski sekilas tampak sama, tapi kedua “pengganggu” organ reproduksi perempuan yakni kista dan miom ini ternyata berbeda.
Walau belum ada data pasti jumlah penderita kista dan miom, namun berkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi dan canggihnya alat kedokteran, kini lebih banyak terdiagnosa penderita miom atau kista, khususnya yang ada di organ reproduksi. Jika Anda masih belum jelas perbedaan keduanya, tabel berikut bisa membantu. (me)
     Kista    Miom
Definisi    Tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan dan berisi cairan.     Bungkus otot rahim yang berubah menjadi tumor jinak. Istilah sederhananya, daging-tumbuh di rahim.
Lokasi     •    Biasa terdapat di rahim, saluran telur, indung telur, dan juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan).
•    Bisa juga terjadi di bagian tubuh lain seperti gusi.
     •    Sebagian besar miom tumbuh di dalam dinding rahim (miom uteri). Gejala yang ditimbulkan biasanya tidak akan terlalu berat dan jarang mengganggu kehamilan.
•    Sebagian kecil lagi tumbuh di leher rahim (miom servik uteri).Bisa menyebabkan infertilitas, karena akan mengganggu masuknya sperma ke rahim.
Gejala    •    Nyeri di perut bagian bawah.
•    Nyeri saat haid.
•    Sering merasa ingin buang air besar atau kecil.
•    Pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut.
Catatan: ada jenis kista yang tidak memberikan rasa nyeri, sehingga penderita tidak menyadarinya.     •    Nyeri di perut bagian bawah, atau di sekitar pinggul.
•    Nyeri saat sanggama.
•    Gangguan haid, seperti nyeri saat haid, perdarahan haid sangat banyak, dan haid tak beraturan (sering haid).
•    Perut terasa penuh.
•    Sebagian wanita kadang mengeluhkan frekuensi buang air kecil yang tinggi (ingin pipis terus).
Penyebab    Sampai sekarang belum diketahui pasti, sehingga belum bisa dicari cara pencegahannya. Tetapi diduga, kista disebabkan pencermaran oleh bahan-bahan yang bersifat karsinogenik, misalnya zat kimia.     •    Faktor hormonal, terutama hormon estrogen. Miom cenderung berkembang pada masa reproduksi, dan dapat bertambah besar dengan cepat selama kehamilan. Miom biasanya menyusut setelah menopause ketika kadar estrogen menurun.
•    Faktor-faktor lain seperti ketidakseimbangan emosi, misalnya sering stres, daya tahan tubuh rendah, dan gaya hidup yang tidak seimbang.
Penanganan    Tergantung jenis kistanya.
•    Kistanon-neoplastik. Sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2-3 bulan.
•    Kistaneoplastik ditangani melalui operasi. Relatif mudah diangkat dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya    Dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
•    Miomektomi: yaitu operasi pengangkatan miom tanpa mengorbankan rahim.
•    Histerektomi: yakni pengangkatan miom bersamaan dengan ra

CINTA DAN CEMBURU

Cemburu dan rasa dikhianati karena merasa diselingkuhi membuat BS (36) gelap mata. Ia pun tega menyiksa, membunuh, dan memotong-motong jasad perempuan yang pernah ia cintai, DS (32). Cinta yang dibina bertahun-tahun pun runtuh menjadi benci dan memicu amarah yang membara.

Cinta yang berubah jadi benci hingga tega bertindak keji di luar kemanusiaan bukan hanya dilakukan BS, melainkan juga pelaku mutilasi lain seperti Very Idham Henyansyah alias Ryan yang kasusnya terungkap pada 2008. Pria ini tega membunuh sedikitnya 10 orang, beberapa di antaranya dimutilasi dan punya hubungan asmara dengannya.

Cinta, cemburu, marah, dan benci, apa pun orientasi seksualnya, merupakan perilaku yang dihasilkan otak sosial manusia. Otak sosial ini merupakan kombinasi dari kemampuan pikir atau logika yang berpusat di korteks (lapisan terluar) otak serta pengelolaan emosi yang berpusat di sistem limbik.

Munculnya cinta di otak jauh lebih kompleks dibanding perasaan yang lain karena melibatkan lebih banyak komponen otak, hormon, dan zat kimia otak (neurotransmitter).

Helen Fisher penulis The Drive to Love: The Neural Mechanism for Mate Selection dalam buku The New Psychology of Love, 2008, menyebut cinta muncul dalam tiga tahapan berbeda di otak, mulai dari dorongan seksual, ketertarikan, dan keterikatan. Setiap tahapan melibatkan hormon, neurotransmitter, dan bagian otak berbeda.

Keterikatan mendorong otak memproduksi hormon oksitosin. Hormon ini membawa rasa keterikatan di antara dua orang yang saling mencinta hingga lahir rasa senang dan bahagia. Saat cinta berkurang dan muncul benci, produksi oksitosin berkurang.

”Otak tak dapat ditipu dengan cinta pura-pura,” kata Sekretaris Jenderal Masyarakat Neurosains Indonesia (INS) yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Taufiq Pasiak, Sabtu (9/3).

Rasa peduli yang ditunjukkan seseorang kepada pasangan karena barang-barang mahal yang diberikan, tak bisa merangsang otak memproduksi oksitosin.

Cemburu, menurut Christine R Harris dalam The Evolution of Jealously pada American Scientist Volume 92 Nomor 1, 2004, adalah emosi negatif yang muncul saat hubungan seseorang dengan orang lain yang spesial terancam oleh adanya pesaing lain. Cemburu menjadi penyebab kematian terbesar ketiga di luar kecelakaan.

Meski cemburu adalah emosi bawaan, ekspresi pada setiap orang berbeda sesuai dengan kemampuan sosial kognitif dan tumbuh kembangnya. Inilah yang membuat cemburu yang tidak wajar (morbid jealousy) tidak membedakan jenis kelamin yang merasakan.

Menurut Taufiq, cinta tidak bisa berubah seketika menjadi benci. Untuk muncul benci, harus ada stimulus berkelanjutan yang mengikis rasa cinta.

Benci dapat muncul karena cemburu, amarah, atau bosan. Cemburu merupakan basis munculnya benci yang paling berbahaya. Cemburu yang tidak wajar berbeda jauh sifatnya dengan cemburu yang sering dianggap sebagai bumbu sebuah hubungan. ”Cemburu paling berbahaya karena bisa membuat seseorang dikontrol oleh emosinya, bukan logikanya,” ujarnya.

Pertahanan diri

Dasar cinta adalah memberi rasa tenang dan bahagia. Jika rasa itu terancam, seperti hadirnya cemburu atau rasa dikhianati karena diselingkuhi, maka otak dengan cepat membentuk sistem pertahanan diri untuk menjaga rasa tenang dan bahagia tetap ada. Respons pertahanan diri itu berupa bertarung menghadapi ancaman (fight) atau melarikan diri (flight).

Saat sistem pertahanan diri terbentuk, hormon kortisol sebagai penanda stres diproduksi. Energi dalam diri pun terpusat hingga tubuh siap melakukan tindakan fisik, baik itu memukul maupun berlari.

Ketika energi terpusat, seseorang bisa melakukan hal-hal yang tak mungkin dilakukan dalam kondisi normal, seperti melompati tembok tinggi hingga membunuh orang dengan sadis.

”Respons bertarung ini merupakan respons binatang yang masih ada dalam diri manusia ketika berevolusi,” katanya.

Namun, cara bertarung tidak selalu mewujud dalam tindakan kasar. Perilaku kekerasan, seperti memukul, menendang, hingga membunuh biasanya ditunjukkan oleh mereka yang logikanya tidak terbentuk alias tidak terdidik baik. Jika logika berjalan, yang muncul adalah kata-kata makian hingga pengusiran.

Peneliti Pusat Kesehatan Mental Masyarakat, Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada, Rahmat Hidayat, mengatakan, ketika cinta begitu posesif hingga tak mampu membedakan antara diri sendiri dan orang lain, maka rasa kehilangan yang muncul akan menjadi akut.

Ketakutan akut inilah yang mendorong muncul kekejian karena tindakan yang diambil hanya didasarkan atas pilihan menghilangkan atau kehilangan.

Kekejian tindakan yang dilakukan seseorang sangat bergantung pada kematangan kontrol diri. Seseorang yang emosinya matang jika marah tidak akan bersikap seperti anak-anak, seperti membanting benda-benda di sekitarnya. Mental pelaku mutilasi yang umumnya belum berkembang membuat mereka mudah membunuh, bahkan memotong tubuh orang yang pernah dicintai.

”Berubahnya tatanan kehidupan membuat banyak anak terlambat mengalami kematangan psikologis. Pada saat bersamaan, kematangan seksual justru terjadi lebih cepat,” katanya.

Psikiater dan Ketua Jejaring Komunikasi Kesehatan Jiwa, Pandu Setiawan, Senin (11/3), mengatakan, pola pertahanan diri tiap orang sangat bergantung pada pola asuh dan tumbuh kembang sejak kecil. Selain faktor biologis dan psikologis, kematangan jiwa juga ditentukan oleh kondisi sosial.

Perilaku pelaku mutilasi yang menyimpang dari norma sekitarnya umumnya sudah terdeteksi. Namun, masyarakat sekitarnya umumnya tidak peduli karena menganggap bukan urusan mereka.

Selain itu, pelaku bisa melakukan tindakannya karena ada model. Inilah yang membuat tayangan kekerasan perlu dibatasi agar tak justru mendorong seseorang berbuat keji.

Mereka yang menunjukkan respons bukan dengan kekerasan, kata Taufiq, bukan berarti lemah. Orang itu justru mampu memperhitungkan untung rugi, benar salah, konsekuensi hukum, hingga penghormatan atas moral dan nilai.

”Sayangnya, anak Indonesia tidak dididik membuat keputusan berdasar logika. Keputusan yang diambil lebih banyak didasarkan atas naluri,” ujarnya. Inilah yang membuat kasus-kasus mutilasi di Indonesia lebih mudah terungkap dibanding kasus serupa di luar negeri.